MANAJEMEN BERBASIS KEKUATAN

(STRENGTHS BASED MANAGEMENT)

PENGANTAR

Permasalahan klise namun sampai saat ini terus-menerus dijadikan kajian dan menjadi berbagai bentuk pelatihan dengan beragama tema yang dilakukan di berbagai organisasi atau perusahaan adalah untuk menjawab pertanyaan berikut ini :

Bagaimana caranya agar karyawan sebagai individu dapat bekerja dengan enjoy sekaligus dapat mengembangkan dirinya di organisasi atau perusahaan dimana dia bekerja, sekaligus pula dapat memberikan kontribusi optimal ke organisasi atau perusahaan tersebut? Dengan kata lain bagaimana terjadi simbiosis mutualisma antara karyawan dan organisasi atau perusahaan.

Yang banyak terjadi saat ini adalah bukan simbiosis mutualisma, misalnya para karyawan merasa tidak enjoy (baca: enjoy di sini dilihat dari berbagai sudut pandang baik yang bersifat materi maupun non materi) di satu sisi, namun di sisi lain pihak organisasi atau perusahaan dapat meraup benefit dari hasil kerja mereka. Seringkali juga yang terjadi adalah sebaliknya.

MANAJEMEN BERBASIS KEKUATAN

Salah satu cara agar terjadi simbiosis mutalisma tersebut adalah dengan menerapkan “Manajemen Berbasis Kekuatan” atau “Strengths Based Management” (SBM).

Ada banyak sekali hasil penelitian yang pada intinya menunjukkan bahwa dengan menerapkan manajemen berbasis kekuatan tersebut terjadi peningkatan kinerja organisasi atau perusahaan disertai dengan kepuasan kerja para karyawan.

 KEGIATAN YANG DILAKUKAN

Kegiatan yang dilakukan untuk membantu realisasi “manajemen berbasis kekuatan” tersebut adalah :

  1. Hari H adalah tes potensi bawaan
  2. Hari H +1 adalah workshop dan Konsultasi Hasil Tes Potensi Bawaan. Materi pokok workshop dan konsultasi (massal) hasil tes potensi bawaan adalah :
  • Yang mana yang sebaiknya diasah “kekuatan diri” atau “kelemahan diri’?
  • Berbagai hasil penelitian mengenai benefit penerapan “Manajemen Berbasis Kekuatan”
  • Apakah yang dimaksud dan apa bedanya “kekuatan” (strengths), bakat (talents), skill, dan knowledge?
  • Apa ciri-ciri karyawan yang telah mengekspresikan “kekuatan” dirinya saat bekerja?
  • Bagaimana cara mengenali “kekuatan” dan “bakat” diri?
  • Konsultasi dan diskusi hasil tes potensi bawaan 

HASIL YANG DIHARAPKAN

Setelah selesai mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan akan mampu :

  1. Memahami bahwa mengasah kekuatan diri (strengths) dan bakat (talents) merupakan suatu cara terbaik untuk mengembangkan diri dan karirnya
  1. Memahami bahwa mengasah kekuatan diri (strengths) dan bakat (talents) merupakan suatu cara terbaik untuk memberikan kontribusi ke organisasi atau perusahaan
  1. Memahami bahwa tim kerja akan berlangsung optimal jika antar individu bisa saling memberikan kontribusi terbaiknya ke tim kerja dengan cara mengekspresikan keunikan kekuatan (strengths) dan bakat (talents) masing-masing
  1. Memahami berbagai cara untuk mengenali kekuatan (strengths) dan bakat (talents) 

BISA UNTUK PROSES REKRUTMEN DAN “PLACEMENT”

Tes tersebut bisa untuk proses rekrutmen dan “placement” 

PROSES TERSEBUT BISA DILAKUKAN JARAK JAUH

PENGALAMAN

  • PT Genusa Media Artha Surakarta
  • PT Kereta Api Indonesia, UPT Lahat Sumatera
  • PT Perkebunan Nusantara XIII Kalimantan
  • Para Karyawan Hotel Bentani, Cirebon
  • PT Asia Paragon, Bandung
  • PT Metropolitan Land, Jakarta
  • Bank Mandiri (untuk para Kepala Cabang Micro Banking), Jakarta
  • Para dosen Teknik Industri ITS Surabaya
  • Para Dosen Teknik Industri Iniversitas Muhammadiyah Surakarta
  • Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jakarta
  • Para Karyawan di Setdijen Protokoler dan Konsuler Kemenlu, Jakarta
  • Balitbang Kemendesa, Jakarta

 Untuk informasi detail, hubungi kami. Kami siap mengirimkan proposal detail, dan kami juga bersedia untuk melakukan presentasi.